Oleh: desawisatacikundul | 17 Agustus, 2010

MAN 1 KOTA SUKABUMI BOYONG PIALA GUBERNUR JABAR

MAN 1 KOTA SUKABUMI BOYONG PIALA GUBERNUR JABAR MAN 1 Kota Sukabumi (Humas), Sukabumi, 9 Desember 2008 Untuk yang kedua kalinya MAN 1 Kota Sukabumi berhasil menggondol Juara Pertama Bola Voli Pada Gebyar SMANTIE (SMA Negeri 3) Kota Sukabumi yangke-13, setelah pada tahun 2006 berhasil menundukkan SMA Negeri Cikembar 3-0 (25-21, 25-18, 25-20) dan sekarang tahun 2008 dengan mengalahkan SMA Negeri Cicurug juga dengan 3- 0 (30-28, 25-22, 25-17). Ada satu kebanggaan pada kejuaraan tahun ini, dimana pada cabang bola voli putera diikuti oleh 23 SMA/MA/SMK sewilayah Bogor (Kota/Kab Sukabumi, Kota/Kab. Bogor dan Kab. Cianjur) dan tentu di samping memperebutkan piala bergilir dan tetap Kepala SMA Negeri 3 Kota Sukabumi juga Piala bergilir Gubernur Jawa Barat (Bapak KH. Ahmad Heryawan, Lc) yang notebene alumni SMA Negeri 3 Kota Sukabumi Pertandingan Bola Voli pada Gebyar SMANTI ke 13 tahun 2008 ini dimulai pada hari Ahad, 23 November 2008 dan berakhir pada Sabtu, 6 Desember 2008 dengan jadwal pertandingan MAN 1 sebagai berikut : No Versus Skor Keterangan 1234 SMA Al-Nur Cibinong SMA Jampang Kulon SMA Negeri Cianjur SMA Negeri Cicurug 3-0 (25-22, 25-20, 25-17) 3-0 (25-20, 25-18, 25-16) 3-0 (25-17, 25-16, 25-17) 3-0 (30-28, 25-22, 25-17) Penyisihan
Penyisihan
Semi Final
Final
Keberhasilan team bola voli MAN1Si tersebut tidak terlepas dari kerjasama team yang solid terdiri dari Kepala MAN 1 Kota Sukabumi Drs. Yepi Prezi Agus Gunadi, Manager (Drs. Dasep Hanan Mubarok), Coach (Ijam Sulaeman, S.Pd), Ass. Coach (Undang Hartono, S.Pd), pemain bola voli (Asep Hamzah, Arif Rahman Hakim, Irfan, Rudi Irawan, Rinto, Feri Jamaludin, M. Pajri, Rizal Yusidik, Toni Herlandi, M. Aziz Putera) serta dukungan Kasi Mapenda Kandepag Kota Sukabumi (Drs. H. Undang Suryana, M.Si) dan civitas akademika MAN 1 Kota Sukabum

http://www.scribd.com/doc/15914778/MAN-1-SUKABUMI-BOYONG-PIALA-GUBERNUR-JABAR

MAN 1 KOTA SUKABUMI BOYONG PIALA GUBERNUR JABAR

MAN 1 KOTA SUKABUMI BOYONG PIALA GUBERNUR JABAR

Oleh: desawisatacikundul | 17 Agustus, 2010

Ingrid Minta Pemkot Sukabumi Percepat Pembangunan Desa Wisata

Ingrid Kansil (Istimewa/ANTARA)Jakarta (ANTARA News) – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ingrid Kansil meminta Pemerintah Kota Sukabumi Jawa Barat untuk mempercepat pembanguan desa wisata di Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, guna memberdayakan warganya agar menjadi lebih sejahtera.

“Saya merasa bangga dengan terpilihnya Kelurahan Cikondang ini sebagai Desa Wisata,” ujar Ingrid seusai mengunjungi Kelurahan Cikonda, Kota Sukabumi, kemarin.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu, Ingrid mengatakan, dirinya mendapat informasi desa wisata dari Komisi X DPR RI yang diantaranya membidangi pariwisata, kesenian dan kebudayaan beberapa waktu lalu. Karena Sukabumi sebagai daerah pemilihan dirinya menjadi wakil rakyat makanya langsung memberikan apresiasi.

Namun yang perlu diperhatikan adalah percepatan pembangunan desa tersebut karena warga antusias menerimannya, jika terlalu lama terealisasi takut semakin terbengkalai potensi desa yang telah ada.

“Dengan adanya desa wisata tentunya warga desa akan terbantu menjalankan roda perekonomiannya, sekaligus bentuk desa wisata akan disesuaikan dengan permintaan dan potensi dari desa terkait,” katanya.

Ia menjelaskan, program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) di Kota Sukabumi diwujudkan dalam program desa wisata melalui PNPM pariwisata. Salah satu penerima program tersebut adalah Desa Cikondang, Kecamatan Citamieng,

Ingrid Kansil saat melakukan reses ke Kota Sukabumi dimana warga Kelurahan Cikondang Yayah Rohayati (30) menyatakan dirinya yang merupakan Fasilitator PNPM Desa Wisata di kelurahan tersebut mengemukakan apa yang selama ini menjadi keluhan warga disana.

“Kami punya potensi perekonomian dan pariwisata yang kondisinya kini masih terbengkalai. Yaitu eks terminal Cikondang dan tempat wisata air panas Santa. Meski kami telah mendengar adanya rencana dari pihak Pemerintah Kota Sukabumi menjadikan eks terminal itu sebagai taman kota, tapi hingga saat ini belum ada perubahan,” katanya di hadapan Ingrid Kansil, Camat Cikondang Adang Taufik, Lurah Cikondang Deni Ahmad dan warga yang ikut dalam pertemuan di Kantor Kelurahan Cikondang, kemarin.

Pada tahun 2010 ini Kemenbudpar telah menetapkan sebanyak 200 desa di seluruh Indonesia sebagai Desa Wisata. Sebelumnya pada tahun 2009 ditetapkan sebanyak 104 desa dan pada tahun 2011 ditargetkan Desa Wisata itu mencapai 450 desa.(*)
(ANT/R009)
COPYRIGHT © 2010

Ikuti berita terkini di handphone anda http://m.antaranews.com
Simpan dan akses berita ini dari HP anda dengan kode QR dibawah ini.

Oleh: desawisatacikundul | 17 Agustus, 2010

Pemandu pariwisata

Ujung Genteng – sukabumi

Perjalanan ini kami lakukan pada tanggal 18-19 maret 2009.
Pada jam 02.00 dini hari tanggal 18 maret 2009 kami yang beranggotakan 16 personel dengan menggunakan alat transportasi 2 mobil APV siap meluncur dari tempat kerja yang berlokasi di Daan Mogot – Jakarta Barat.
Dengan beriringan kami mulai masik tol slipi yang rencana akan keluar di tol ciawi, karena lalu lintas malam sangat lancar tak terasa kami sudah sampai tol ciawi.

Di perempatan tol ciawi kami istirahat sebentar dan mengisi dan menghangatkan perut dengan kopi dan goreng-gorengan.
Waktu menunjuk ke arah jam 03.30, kami pun memulai kembali perjalanan yang memang masih panjang itu.
Perjalanan waktu itu cukup sepi walau ada beberapa truk-truk besar pengangkut pasir dan barang yang kami temui.
Jam 05.30an kami sampai dipersimpangan arah ke ujung genteng daerah cidadap yaitu jalan raya cigadog, dipersimpangan tersebut kami istirahat sebentar sambil menikmati gorengan dan teh manis yang dijual warga sekitar.
Hari mulai terang kamipun kembali melanjutkan perjalanan, saat mulai masuk daerah cidadap – bojong kopo – pasawahan kami dikejutkan dengan pemandangan alam pegunungan yang sangat indah, mulai dari pemandangan laut yang dilihat dari ketinggian dan lembah dan gunung yang diselimuti oleh kaa onblur=”try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}” href=”http://4.bp.blogspot.com/_15L-dM5ZH4A/SpBDLBoRmjI/AAAAAAAAAPo/nFgkCviJXPA/s1600-h/3.3+A.jpg”>but putih nan bersih, diatas puncaknya terdapat lahan perkebunan teh.
Setelah melewati puncak kami memasuki daerah waluran – jampang kulon – surade didaerah tersebut mulai terlihat keramaian warga sekitar dan jalur tersebut agak rusak sehingga perjalanan terasa lama.
Di daerah surade kami membeli peralatan mandi dan perlengkapan lainnya.
Tak terasa jam sudah menunjung ke angka 09.30 dan setelah melakukan perjalan tidak begitu lama sampailah kami dipantai ujung genteng.
Untuk masuk wilayah ujung genteng kami dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 2000/orang
Langsung saja kami mencari tempat penginapan untuk istirahat, tidak disangka saat kami tanya harga sewa kamar di penginapan yang kami tempati harganya sangat murah.
Perkamar hanya 150.000/malam, langsung saja kami sewa 2 kamar yang memang cukup untuk menampung 16 orang dari kami.
Setelah membereskan barang-barang dan istirahat sebentar kami jalan-jalan sekitar pantai, astaga!!! Tidak disangka pantai yang sangat indah bersih dengan gulungan-gulungan ombak yang sangat indah memukau pandangan mata ini.
Betul jika memang ada yang menyebutkan ujung genteng sebagai ”the hidden paradise”, pantai yang masih alami dan belum terjamah masyarakat luas memang pantas di acungkan 2 jempol sebagai tempat rekreasi atau petualang.
Untuk para pemancing juga bisa menyalurkan hobbynya disini, masih banyak penduduk yang memancing dipinggir pantai dan bisa juga menyewa kapal nelayan seharga 500 – 600 ribu seharian.
Kegiatan menarik lainya yang memang sudah terkenal di manca negara ada lah berselancar di pantai ombak tujuh – ujung genteng, ombak yang cukup menantang dan air yang masih bersih ternyata sudah dikenal oleh turis asing. Biasanya pada bulan juni – juli banyak turis asik dari australia, england sampai perancis datang kesini ( kata penjaga penginapan yang kami tempati dengan bangganya )
Saat gelap mulai tiba kami sengaja ingin melihat penyu laut ( sea turtles) yang memang ada penakarannya di daerah pengumbahan – ujung genteng ini, menurut info dari penjaga tempat penginapan kami penyu-penyu tersebut biasanya terlihat pada jam 19.00 sd 21.00 malam, benar saja disana sudah ada beberapa pengunjung juga yang melihat para-para penyu tersebut menelurkan telur-telurnya ditepi pantai ini, penyu-penyu tersebut sangat cantik sekali dan aneh karena memang baru kali pertama ini saya melihat dengan mata kepala sendiri.
Tidak terasa malam semakin larut, setelah lelah menjelajahi pantai ujung genteng pada malam hari kami istirahat sambil tidak sabar untuk melihat pantai ujung genteng pada pagi hari.
Pagi harinya kami bangun dan pergi kepasar ikan yang terletak sebelah timur, saat itu musim ikan layur, bentuknya panjang dengan gigi yang sangat tajam.
Karena merasa penasaran kami pun membeli ikan layur + kakap merah untuk dibakar di penginapan sebagai makan siang.
Jam 13.00 kami mempersiapkan barang-barang bawaan karena akan pulang, sebenarnya masih ada tujuan lain yang kami ingin kunjungi yaitu curug cikaso, menurut info curug tersebut masih sangat asri dan alami karena masih sangat jarang pengunjung datang kesana, bayangkan saja menuju curug tersebut kita harus menaiki perahu terlebih dahulu untuk sampai tujuan, tapi karena waktu tidak memungkinkan kami mengurungkan niat untuk mengunjungi curug tersebut.Sebelum pulang kami mengunjungi pelabuhan ratu untuk membeli sedikit oleh-oleh untuk orang rumah.Perjalanan pulang ke jakarta kami lewati dengan baik, dan kamipun sampai jakarta sekitar pukul 22.00.

Informasi Penginapan sekitar pantai ujung genteng
harga kamar bervariasi :
dari Rp. 100.000/malam sd Rp. 600.000/malam

Amanda Ratu
Cikarang, Ujung Genteng, Sukabumi.
Bp Suwandi HP: 0813-81540455 atau Bp Eno Sunaryo HP: 0815-63282922

Pondok Adi
Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Telpon: 0251-316902 atau HP: 0818-101159

Deddy Losmen
Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
HP: 085219319854

Mamas Losmen
Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Telpon: 0266-212758 -241033 atau HP: 0852-13507788 0815-72188558 0813-82586648

Pondok Hexa
Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Telpon: 021-7509271 atau HP: 0813-80585444 0815-9372999

Vila Ujang
Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Telpon: 0251-337444 atau HP: 0812-8774252

Batu Besar ( Big Rock )
Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
HP: 0857-23652821

Pondok Wisata Koboi-1
Kampung Cibuaya, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Pak Koboi HP: 0818-06255770

Pondok Wisata Koboi-2
Kampung Cibuaya, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Pak Koboi HP: 0818-06255770

Pondok Iskanda
angumbahan, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Aisyah HP: 0815-63579959
H Iskandar HP: 0811-203375 0812-2014761

PenginapanPak Abudin
Kampung Cibuaya, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Pak Abudin HP: 0857-23062894

Penginapan Bung
Kampung Cibuaya, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Pak Deddy HP: 0815-63543189 0878-20979878

Linda’s Resort
Kampung Cibuaya, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Pak Rachmat HP: 0813-16385510
Rute jika anda naik umum / backpacker

Jakarta – Bogor – Sukabumi – Lembur Situ – Surade – Ujung Genteng
* Jakarta – Bogor Rp 8.000,-
* Bogor – Sukabumi (elf) Rp 10.000,-
* Sukabumi – Lembur situ Rp 3.000,-
* Lembur Situ – Surade Rp 15.000,- sampai dengan Rp 20.000,-
* Surade – Ujung Gent>eng Rp 10.000,- per orang
Perjalanan bisa mencapai 11 sd 12 jam. (karena waktu transit yang lama)
Rute Jika naik transportasi sendiri
Rute 1 Jakarta – Ciawi – Cicurug – Cibadak = 2,5 jam… Kemudian.. Cibadak – Pelbuhan Ratu – Cikembar – Jampang kulon – Surade – Ujung Genteng total perjalanan kurang lebih 9,5 sd 10 jam

Rute 2. Jakarta – Ciawi – Cicurug – Cibadak – Sukabumi – Jampang Tengah – Jampang Kulon – Surade -Ujung Genteng kurang lebih 9 jam

Semoga bermanfaat
Terima kasih

http://pemandu-pariwisata.blogspot.com/2009/05/v-behaviorurldefaultvml-o.html

Oleh: desawisatacikundul | 17 Agustus, 2010

Pariwisata Sukabumi Dijadikan Andalan Jabar

Pariwisata Sukabumi Dijadikan Andalan Jabar
Suara Karya, 2 Mei 2002

Tampaknya bisa dipahami, jika Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu
daerah tujuan wisata (DTW) yang menjadi andalan di Jawa Barat
(Jabar). Betapa tidak, daerah ini banyak memiliki potensi pariwisata
yang bisa ditawarkan pada wisatawan. Potensi itu, terdiri atas
gunung, rimba, laut, pantai dan sungai.

Sudah barang tentu, potensi wisata tersebut mempunyai daya tarik
untuk dikunjungi wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun
mancanegara (wisman). Selama tahun 2001 lalu, arus kunjungan
wisatawan ke daerah ini mencapai 1. 927.471 orang. Itu, terdiri atas
wisatawan nusantara sebanyak 1. 918.216 orang dan wisatawan
mancanegara tercatat 9.255 orang.

“Jadi, tidak benar kalau dalam masa krisis ekonomi ini
kepariwisataan di Kabupaten Sukabumi mengalami keterpurukan,” kata
Kepala Sub Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Drs Acep Barnasah MM
ketika ditemui Suara Karya di ruang kerjanya, Senin (29/4).

Karena adanya kunjungan wisatawan tersebut, menurut Acep, praktis
penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukabumi dari
sektor pariwisata memberikan konstribusi yang cukup berarti. Dalam
tahun anggaran 2001, konstribusi sektor pariwisata pada penerimaan
PAD tersebut mencapai Rp 910.906.569 dan pada PDRB sebesar Rp 19
milyar. Itu, diperoleh dari sektor pajak hotel dan restroran,
retribusi masuk obyek wisata dan sumbangan fihak ketiga.

Saat ini, dijelaskannya, di Kabupaten Sukabumi terdapat 7 hotel
berbintang, 90 hotel melati dan 80 restoran. Sedangkan, tingkat
hunian pada hari – hari biasa tercatat 30 – 40 persen, dan hari –
hari libur mencapai 80 – 100 persen.

Selama ini, obyek wisata yang menjadi primadona wisatawan yang
berkunjung ke Kabupaten Sukabumi memang baru sebatas arung jeram,
surfing dan diving. Tapi demikian, kata Acep, bukan berarti obyek
wisata lainnya tidak banyak dikunjungi wisatawan.

Di Kabupaten Sukabumi, imbuhnya, ada 4 kawasan wisata di antara
Pelabuhan Ratu, Cicurug, Ujung Genteng dan Selabintana. Ke – 4
kawasan wisata tersebut mempunyai obyek dan atraksi yang
keseluruhannya mencapai 28 obyek dan daya tarik wisata. Dari 4
kawasan ini yang telah mengalami perkembangan yang cukup pesat adalah
Pelabuhan Ratu. Di sini, obyek dan daya tarik wisatanya telah tertata
dan didukung dengan fasilitas – fasilitas wisata yang memadai
termasuk fasilitas akomodasi.

Kawasan wisata Pelabuhan Ratu ditunjang dengan obyek wisata
Pantai Citepus, Karang Hawu, Cimaja, Cibangban, Sungai Citarik (arung
jeram), Goa Lalay, obyek wisata Sirnarasa, tambang emas rakyat
Cigaru, air panas Cisolok, Karang Hantu (diving), Muara Cimandiri,
obyek wisata budaya Sirnaresmi, jembatan Bagbagan, dan perkebunan
Bojong Asih.

Perbaikan Infrastruktur

Sedangkan, di kawasan wisata Ujung Genteng terdapat pantasi Ujung
Genteng, Pangumbahan (penangkaran penyu), Muara Cikarang, pantai Mina
Jaya dan sungai Muara Cikaso. Selama ini, obyek wisata tersebut belum
tertata dengan baik dan belum ditunjang dengan fasilitas – fasilitas
yang memadai dan akomodasi masih terbatas termasuk infrastruktur
seperti jaringan air bersih, listrik dan telekomunikasi. Belum lagi,
kondisi jalan menuju kesana masih rusak parah. Akibatnya, kawasan
wisata tersebut jarang dikunjungi wisatawan baik nusantara apa lagi
manca negara.

Tapi demikian, Acep merasa optimis, dalam waktu dekat ini kawasan
wisata tersebut bakal berkembang dan banyak dikunjungi wisatawan.
Itu, karena dalam tahun anggaran 2002 ini Pemerintah Provinsi Jawa
Barat akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 30 – 37 milyar. Anggaran
sebesar ini, diantaranya dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur
kawasan wisata Ujung Genteng terutama perbaikan jalan.

Praktis, jika ruas jalan sudah diperbaiki perjalanan ke kawasan
wisata Ujung Genteng dari Kota Sukabumi bisa ditempuh dengan waktu 4
– 5 jam. Begitu pula, perjalan ke kawasan wisata Pelabuhan Ratu dapat
dicapai hanya dengan waktu 1,5 jam. Itu, karena ruas jalan ke kawasan
wisata tersebut juga akan mendapat perbaikan termasuk jalur jalan
Cibadak – Cikidang – Pelabuhan Ratu.

Kecuali pada 2 kawasan wisata tersebut, Acep juga merasa yakin, 2
kawasan wisata lainnya juga akan mengalami perkembangan seperti
Selabintana dan Cicurug. Ke- 2 kawasan ini juga mendapat perhatian
serius Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Sebab, keduanya memiliki
prospek untuk berkembang menjadi kawasan wisata yang bakal banyak
diminati wisatawan.

Potensi wisata yang berada di kawasan wisata Selabintana,
dijelaskannya, selain taman rekreasi Selabintana dan Pangrango, juga
terdapat Bumi Perkemahan Pondok Halimun, Taman Nasional Gede
Pangrango, Curug Cibeureum, Hutan Wisata Situ Gunung, Curug Sawer,
Bumi Perkemahan Cinumpang, Gua Buni Ayu, Pengrajin batu aji, pandai
besi, perkebunan Goal Para, Situ Batu Laut, dan Curug Pareang.

Sedangkan, di kawasan wisata Cicurug terdata ada potensi obyek
dan daya tarik wisata seperti Java Spa, taman rekreasi Cimelati,
taman angsa, hutan wisata Gunung Arca, taman nasional Gunung Halimun,
obyek wisata sejarah perjuangan Bojong Kokosan, wahana wisata
Cangkuang dan Situ Sukarame.

Wisata Terpadu

Untuk menata potensi pariwisata tersebut, menurut Acep, tentunya
ia telah memiliki program yakni melaksanakan 7 program pembangunan
kawasan wisata terpadu yang lebih dikenal dengan “Sapta Pembangunan
Kawasan Pariwisata Terpadu.” Itu, di antaranya membina dan
mengembangkan obyek dan daya tarik wisata, meningkatkan sumber daya
manusia, sadar wisata dibudayakan berdasarkan Sapta Pesona,
meningkatkan peran swasta dan memanfaatkan iklim usaha, meningkatkan
dan memperluas aksesibilitas, menggencarkan pemasaran dan promosi
serta memantapkan kelembagaan dan pengaturan serta meningkatkan kerja
sama lintas sektoral.

Program tersebut, tambahnya, ditunjang dengan upaya Bupati
Sukabumi, Drs Maman Sulaeman, yang terus melakukan pendekatan dengan
sejumlah investor agar bersedia membangun jalan tol Sukabumi –
Pelabuhan Ratu. Upaya ini, tentunya sebagai wujud keseriusan untuk
mewujudkan visi “Pada Tahun 2005 Pariwisata Kabupaten Sukabumi
Merupakan Sektor Unggulan Di Jawa Barat”.

“Saya optimis, visi tersebut akan terwujud. Apa lagi, jika
rencana pembangunan jalan tol Ciawi – Sukabumi – Cianjur terealisasi
dalam waktu dekat ini. Maka itu, kami sangat mendorong rencana
tersebut supaya bisa segera terwujud,” ucap Acep. (Heddi Suhaedi)

Oleh: desawisatacikundul | 17 Agustus, 2010

POTENSI WISATA SUKABUMI

Kabupaten sukabumi memiliki segudang pesona pariwisata gunung dan rimba, dengan ragam paket wisata yang ditawarkan seperti : Wisata kebun, trekking, hiking, camping, mountain cycling, paint ball, recreational hunting dan lain-lain. Bagi anda yang menyukai dunia petalangan, anda harus segera mencoba beberapa paket wisata yang penuh tantangan dan memacu andrenalin ini.

Mountain cycling, paint ball, recreational hunting Adalah paket-paket wisata yang sangat pas bagi anda yang ingin menguji kemampuan, mengasah insting dan memacu adrenalin. Sungguh sebuah rekreasi yang seru, tegang sekaligus mengasyikan.

Wisata Kebun di kampong wisata sangat cocok bagi anda yang suntuk dengan hangar binger kota besar, karena paket wisata ini menawarkan keteangan suasana alam pedesaan yang sejuk di tengah perkebunan teh dan jauh dari kebisingan.

Satu lagi obat yang pas untuk mengobati kejenuhan anda adalah wisata trekking, hiking dan camping. Dan tempat yang pas untuk melakukan itu semua antara lain adalah Gunung Halimun, Gunung Gede, dan Gunung Walat. Serta di sekitar area objek wisata arung jeram Citarik, Kecamatan Cikandang.

Alam sukabumi yang sangat kaya memungkinkan anda melakkan berbagai kegiatan outdoor seperti team building, moto cross dan off road dengan menggunakan kendaraan 4 WD (four wheel drive). Untuk kegiatan team building, anda emiliki banyak pilihan tempat, dari mulai ujung utara sampai dengan ujun selatan Kabupaten Sukabumi. Sedangkan untuk kegiatan motor cros dan off road, anda harus mencoba alam sukabumi yang menantang dan sulit untuk ditaklukan, salah satunya ialah kemuning offroad di Cijangkar, 10 KM dari kota Sukabumi memiliki trek sepanjang 3 KM dengan nuansa perkebunan dan arus liar.

Sumber : Brosur Wisata PemKab Sukabumi.

Oleh: desawisatacikundul | 17 Agustus, 2010

PARIWISATA DI SUKABUMI

Kabupaten Sukabumi terletak lebih kurang 120 Km dari Jakarta atau sekitar dua setengah jam perjalanan dengan mobil pribadi. Tempat ini sangat mudah dicapai dari Jakarta, Bogor dan Bandung. Sukabumi memiliki wisata yang beraneka ragam, mulai dari wisata laut, pantai sampai wisata gunung. Beberapa obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan, yaitu:

Wisata Pantai
Sukabumi memiliki bentangan Pantai sepanjang 117 km, di antaranya Pantai Cibangban yang berjarak 17 km dari Pala-buhanratu. Pantai ini sangat indah karena memiliki ketenangan pantai bila dibandingkan dengan pantai-pantai lain yang berada di Palabuhanratu, serta ditunjang oleh lingkungan panorama keindahan alam yang luar biasa. Keindahan Pantai Palabu-hanratu akan lebih menakjubkan bila disaksikan sore hari saat terbenamnya matahari, terlebih pada waktu bulan purnama. Untuk dapat menyaksikan panorama sunset ini bisa dilihat dari pantai Karang Hawu. Untuk penginapan, disepanjang pantai ini banyak tersedia penginapan yang menawarkan berbagai fasi-litas, salah-satunya adalah Inna Samudra Beach Hotel.

Surfing
Palabuhanratu memiliki banyak pantai dengan ombak yang sangat cocok untuk melakukan kegiatan selancar, antara lain Pantai Cimaja, Pantai Ombak Tujuh dan beberapa pantai lainnya. Kegiatan ini dapat dilakukan baik pagi maupun sore hari, karena angin yang terbaik untuk melakukan selancar biasanya mulai bertiup dari pukul sebelas pagi sampai dengan pukul empat sore. Biasanya musim yang terbaik untuk melaksakan kegiatan selancar adalah pada bulan Mei sampai Oktober.

Karang Hawu yang biasanya disebut memiliki pemandangan matahari terbenam yang indah, juga merupakan tempat selancar yang baik. Letaknya kurang lebih 2 km dari Cimaja, sedangkan di sebelah timur Cimaja terdapat Karangsari dengan ombak tidak terlalu besar merupakan tempat yang sangat cocok bagi pemula.

Arung Jeram
Sukabumi memiliki banyak sungai, di antaranya ada beberapa sungai yang sudah sangat terkenal dengan kegiatan arung jeram, seperti Sungai Citarik yang berada kurang lebih 30 Km dari Kota Sukabumi, sungai ini memiliki alur jeram terbaik dan mempunyai alur yang berliku-liku ke bawah dari gunung Halimun hingga kepesawahan dengan pemandangan hutan yang sangat indah dari kiri kanannya. Sungai lainnya yang biasa juga dipakai untuk Arung Jeram adalah sungai Cicatih dan sungai Cimandiri.

Upacara Tahunan
Upacara Tahunan para nelayan merupakan acara tradisi para nelayan di Palabuhanratu dalam rangka mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kenikmatan yang diperoleh mereka dari sumber kelautan dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini dilaksanakan pada bulan April setiap tahunnya.

Wana Wisata Cangkuang
Wana Wisata Cangkuang merupakan obyek Wisata KPH Sukabumi yang memberikan nuansa alam yang khas di lereng Gunung Salak. Terletak dilereng Gunung Salak Desa Cidahu Kabupaten Sukabumi, dengan suasana alam yang segar dan alami sehingga memberikan suasana kesejukan dan ketenangan, sehingga sangat cocok untuk rekreasi keluarga, pelajar dan karyawan. Selain itu Wana Wisata Cangkuang juga sangat cocok untuk melaksanakan meeting perusahaan. Untuk pelajar dan pengunjung yang interest terhadap wisata petualangan pengelola telah menyiapkan camping ground dan hiking track untuk mencapai Kawah Ratu dan Air Terjun Dua Undak.

Wana Wisata Cipelang
Obyek Wisata Cipelang merupakan obyek wisata yang menawarkan suasana alam pegunungan dengan karakteristik yang khas, pengunjung dibawa kedalam suasana alam yang sulit untuk ditemui saat ini, apalagi dengan rutinitas suasana kota sangat kompleks, suasana obyek wisata KPH Sukabumi sangat cocok untuk menghilangkan stress dan untuk wisata keluarga, sangat baik untuk memberikan pelajaran tentang alam dan kehidupan.

Terletak 15 Km ke arah utara kota Sukabumi di kaki gunung Gede dengan suhu berkisar 18-20oC dengan kelembaban rata-rata 17 %. Dengan area camping ground yang cukup luas, Wana Wisata Cipelang sangat cocok untuk kegiatan perkemahan untuk pelajar dan umum.

Wana Wisata Gua Buniayu
Gua Buniayu adalah gua alam yang terbentuk akibat pelarutan dan pengikisan air hutan terhadap lapisan batugamping di kawasan perbukitan yang terjadi selama ribuan tahun. Wana wisata ini terletak di Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi ke arah Sagaranten, dengan suhu udara berkisar 20-28oC dengan curah hujan rata-rata 3.750 mm.

Sukabumi dengan kekayaan obyek wisatanya, selalu menjadi daya tarik pengunjung. Sebenarnya masih banyak lagi obyek wisata lain yang menarik untuk dikunjungi. Wisatawan tinggal menentukan sendiri obyek wisata apa saja yang layak untuk dikunjungi. (PV)

Dalam rangka merealisasikan program kerja sekaligus memperingati HUT Ke-36 KORPRI Tahun 2007, Kantor Pariwisata dan Olahraga (KPO) Kota Sukabumi, akan menyelenggarakan Lomba Gerak Jalan Wisata (GJWS) 3.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., kepada RSPD FM Kota Sukabumi baru-baru ini.

Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi menghimbau segenap Kepala SKPD serta Kepala SMP dan SMA Sederajat, agar mengikut-sertakan para staf dan siswa-siswinya, termasuk masyarakat umum, baik putra maupun putri.

Sementara Kepala KPO Kota Sukabumi, Drs. Beni Haerani, M.M. menjelaskan, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu tanggal 29 Desember 2007, dan menurut rencana akan dilepas oleh Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., tepatnya pada pukul 07.00 WIB, di jalan R. Syamsudin, S.H. (depan Balaikota Sukabumi).

Adapun waktu pendaftaran, seperti dikatakan Kepala KPO, telah dibuka sejak tanggal 12 Desember 2007, dan ditutup pada tanggal 28 Desember 2007. Sedangkan tempat pendaftaran, di Kantor KPO Kota Sukabumi, setiap hari kerja mulai pukul 07.30 sampai dengan pukul 15.30 WIB. Sementara persyaratan bagi setiap peserta, harus berbadan sehat, tanpa dipungut biaya pendaftaran alias gratis. Juara 1, 2 dan 3 dari setiap katagori, baik putra maupun putrid, mendapat uang pembinaan, trophy, piagam penghargaan dan door prize.

Menyinggung route lomba gerak jalan tersebut, menurut Kepala KPO Kota Sukabumi, yakni star jalan R. Syamsudin, S.H. (depan Balaikota Sukabumi), kemudian masuk ke jalan Siliwangi, jalan R.E. Martadinata, jalan Gudang, jalan Otista, jalan R. Didi Sukardi, jalan Pramuka, jalan Lio Santa, jalan Lamping, jalan Sudajaya Hilir, jalan Balandongan, jalan Sindangsari, jalan Widyakrama, jalan Cicadas, jalan Ama Syamjur, jalan Kapitan, dan finish di jalan Proklamasi, tepatnya di kawasan Obyek Wisata Pemandian Air Panas Cikundul.

Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu, dalam waktu dekat akan ditata serta dijadikan kelurahan hijau dan tempat wisata. Karena di kelurahan tersebut, sudah tersedia tempat wisata Pemandian Air Panas dan Bumi Perkemahan Cikundul, yang setiap hari libur senantiasa dipadati oleh para pengunjung, baik dari dalam maupun dari luar wilayah Kota Sukabumi.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., saat membuka pelaksanaan sosialisasi Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kelurahan Cikundul, hari Selasa, 16 Desember 2008, di Ruangan Pertemuan Kelurahan Cikundul.

Ditandaskannya, pelaksanaan penataan wilayah Kelurahan Cikundul sifatnya wajib. Maksud dan tujuannya untuk merangsang para investor, supaya menanamkan investasinya di wilayah kelurahan tersebut, guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat dan sekitarnya.

Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan, dengan dilaksanakannya sosialisasi Kompepar tersebut, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kelurahan Cikundul, khususnya dalam membantu mengembangkan dan merealisasikan kelurahan hijau dan tempat wisata.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan Kelurahan Cikundul menjadi kelurahan hijau dan tempat wisata, Wakil Walikota Sukabumi meminta kepada segenap aparat instansi terkait, khususnya Kantor Pariwisata dan Olahraga, Dinas Tarlingkim, Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Perindagkop dan Penanam Modal, Dinas Kesehatan, Dinas PMKB, Dinas P dan K, Dinas Perhubungan, Dinas Pol PP dan Kesbang, Kecamatan Lembursitu, dan Kelurahan Cikundul, agar melakukan penataan, bekerjasama dengan masyarakat, termasuk dengan para pedagang yang berjualan di tempat wisata tersebut.

Dengan demikian, masyarakat akan mengerti dan memahami akan arti dan makna pariwisata, sehingga para pengunjung bisa betah dalam menikmati suasana Cikundul yang hijau, rindang dan nyaman, serta bersih, indah dan sehat. sumber : http://www.sukabumikota.go.id

Obyek wisata pemandian air panas Cikundul Kota Sukabumi, mulai awal tahun 2009, dilengkapi fasilitas olahraga arung jeram, memanfaatkan sungai Cimandiri di lokasi tersebut.

Dibukanya fasilitas olahraga tersebut, sebagai salah satu upaya, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke obyek wisata milik Pemerintah Kota Sukabumi tersebut.

Kepala Kantor Pariwisata dan Olahraga Kota Sukabumi, Drs. H. Andri Setiawan, M.M., usai acara Pembukaan Festival Pop Singer Tingkat Anak-anak dan Remaja 2008, hari Selasa, 30 Desember 2008, di Gedung Juang 45 menjelaskan, fasilitas olahraga tersebut dibuka pada awal tahun 2009.

Adapun faktor yang memotivasi pihak Kantor Pariwisata dan Olahraga Kota Sukabumi, untuk membuka fasilitas olahraga tersebut, karena arus sungai Cimandiri di lokasi obyek wisata tersebut, tidak jauh berbeda dengan objek wisata olahraga di daerah lainnya, yakni karakter arusnya memiliki tantangan yang cukup tinggi.

Sedangkan ruas sungai yang akan dimanfaatkan olahraga tersebut, sepanjang 4 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 1,2 jam, yakni start dari objek wisata air panas Cikundul, dan finish di wilayah Kibitay.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan program tersebut, pihak Kantor Pariwisata dan Olahraga masih memiliki kendala, khususnya dalam menyediakan sarana Perahu Karet. Dijelaskannya, Perahu Karet yang telah tersedia saat ini baru 4 unit. Itupun hasil menyewa dari pihak lain. Dijelaskan pula, untuk memiliki satu unit Perahu Karet, pihak Kantor Pariwisata dan Olahraga, harus memiliki dana sebesar 21 juta rupiah. Diharapkannya, pada tahun 2009, pihak Kantor Pariwisata dan Olahraga, bisa memiliki Perahu-Perahu Karet tersebut.

Selain itu, pihak Kantor Pariwisata dan Olahraga, juga akan melakukan pengembangan dan perluasan obyek wisata air panas Cikundul, dengan menambah fasilitas, seperti water boom, hotel berbintang, dan arena outbond. Guna mewujudkan rencana tersebut, pihak Kantor Pariwisata dan Olahraga, membutuhkan dana yang cukup besar, yakni sekitar 5,9 milyar. Sedangkan untuk memperluas obyek wisata tersebut, pihak Kantor Pariwisata dan Olahraga telah membeli lahan seluas 4,3 hektar, melalui Bagian Pengelolaan Aset Daerah Kota Sukabumi, bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat.

suber: http://www.sukabumikota.go.id

Oleh: desawisatacikundul | 30 April, 2010

KOTA SUKABUMI SEBAGAI TEMPAT TUJUAN WISATA

Visi Kota Sukabumi, selain sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, juga sebagai Tempat Tujuan Wisata.

Visi tersebut sangat tepat diterapkan di Kota Sukabumi, karena letak Kota Sukabumi sangat strategis, yakni berada di tengah-tengah dua kota besar, Bandung dan Jakarta. Selain itu, juga memiliki hawa yang sejuk dan tata kota yang ter-atur, didukung fasilitas pusat perdagangan dan perbelanjaan yang memadai, serta memiliki sejumlah tempat wisata yang cukup menarik, seperti Tempat Pemandian Air Panas Cikundul, yang dilengkapi dengan fasilitas Arung Jeram Sungai Cimandiri.

Seperti yang dikatakan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., untuk mewujudkan visi tersebut, semua pihak unsur instansi terkait, senantiasa ber-upaya optimal melakukan penataan dan perbaikan dalam berbagai bidang, dari mulai fasilitas sarana dan prasarana, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM).

Sementara Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sukabumi, Drs. Beni Haerani, M.M. menjelaskan, tempat wisata di Kota Sukabumi khususnya Tempat Pemandian Air Panas Cikundul, pada setiap hari libur senantiasa dipadati oleh para wisatawan, baik dari dalam maupun dari luar wilayah Kota Sukabumi.

Untuk itu, pihaknya senantiasa ber-upaya optimal melakukan penataan dan pembenahan, termasuk melakukan perluasan tempat wisata Pemandian Air Panas Cikundul. Selain itu, pihaknya juga senantiasa menjalin kerja-sama dengan berbagai pihak instansi terkait, termasuk dengan para pengusaha dan para pedagang, khususnya dalam menciptakan wilayah Cikundul yang bersih, indah dan sehat, serta hijau, rindang, nyaman dan menawan. Diharapkannya, dengan berbagai upaya tersebut, dapat meningkatkan jumlah wisatawan, baik dari dalam maupun dari luar wilayah kota Sukabumi, sehingga Kota Sukabumi menjadi daerah tujuan wisata. sumber: http://www.sukabumikota.go.id

Older Posts »

Kategori