Oleh: desawisatacikundul | 30 April, 2010

DEPARTEMEN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA SELENGGARAKAN PAGELARAN WAYANG GOLEK

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, bekerjasama dengan Pemerintah Kota Sukabumi, hari Sabtu malam, 27 Juni 2009 baru-baru ini, di lapangan Merdeka Kota Sukabumi, menyelenggarakan pagelaran wayang golek.

Pagelaran wayang golek dengan judul ceritera Karna Tanding ini, dipersembahkan oleh juru brata, Deden Kosasih Sunarya, dari Giri Harja II Bandung, yang dimeriahkan oleh 2 orang juru sekar, yakni Euis Setiawati dan Arum Pujaningsih, serta wira suara, Enceng Guyur.

Pagelaran wayang golek yang dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M. ini, diisi dialog inter-aktif, yang dipandu oleh salah seorang pelawak kondang dari Kota Kembang Bandung, Sule SOS, tentang upaya pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, baik oleh Pemerintah Pusat maupun oleh Pemerintah Daerah Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi menandaskan, tantangan serius yang menerjang daya survival entitas sebuah kebudayaan khususnya kebudayaan Sunda, yakni proses modernisasi dan globalisasi.

Selain kemampuan merespon tantangan zaman, survivalitas kebudayaan juga sangat ditentukan oleh daya fungsionalnya terhadap masyarakat. Proses modernisasi dan globalisasi yang semakin gencar serta semakin kuat dan meraksasa ini, kebudayaan Sunda menghadapi masalah yang sangat berat, yakni rerseret ke dalam proses kepunahan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, yang secara geografis berada di Tatar Sunda, menaruh penghargaan dan apresiasi yang tinggi, atas upaya yang dilakukan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, dengan melaksanakan pagelaran wayang golek ini.

Diharapkannya, wayang golek sebagai salah satu hasil daya cipta para leluhur yang sarat dengan nilai-nilai luhur ini, mampu untuk ber-aktualisasi dengan perkembangan modernisasi, tanpa kehilangan ruh filosofinya, sehingga dapat diterima dan menjadi kebanggaan urang Sunda khususnya generasi muda, sekaligus mampu memperkaya khasanah budaya bangsa.

Sementara Dirjen Nilai Budaya, Seni Budaya, Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Drs. Tjetjep Suparman, M.Si., dalam sambutannya menjelaskan, seperti yang telah diketahui bersama, bahwa tahun 2009 telah dicanangkan oleh Presiden RI, sebagai tahun kreatif, termasuk mengangkat nilai seni dan budaya tradisional.

Untuk itu, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata ber-upaya optimal melakukan sosialisasi karya seni dan budaya trasidional yang hampir punah, diantara wayang golek, wayang kulit, dan seni budaya tradisional lainnya, yang ada di berbagai provinsi di Indonesia.

Dalam pada itu, Sekretaris Dirjen Nilai Budaya, Seni Budaya, Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, selaku Ketua Panitia Penyelenggara, Drs. Mumus Muslim menjelaskan, dialog inter-aktif melalui pagelaran wayang golek ini, merupakan kegiatan prioritas Dirjen Nilai Budaya, Seni Budaya, Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2009.

Ditandaskannya, kegiatan ini akan dilaksanakan rutin setiap tahun, secara bergiliran di beberapa daerah. Adapun maksud dan tujuannya, untuk memberikan kesempatan kepada warga masyarakat secara langsung, guna mengetahui sekaligus menyimak kebijakan dan program-program pemerintah, dalam upaya melestarikan dan mengembangkan kebudayaan di tanah air. Selain itu, juga sebagai salah satu wadah atau media bagi para pelaku seni dan budaya, khususnya yang peduli dan mencintai kesenian tradisional, untuk menampilkan karya kreativitas dan produktifitasnya.
sumber:http://www.sukabumikota.go.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: