Oleh: desawisatacikundul | 17 Agustus, 2010

Pariwisata Sukabumi Dijadikan Andalan Jabar

Pariwisata Sukabumi Dijadikan Andalan Jabar
Suara Karya, 2 Mei 2002

Tampaknya bisa dipahami, jika Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu
daerah tujuan wisata (DTW) yang menjadi andalan di Jawa Barat
(Jabar). Betapa tidak, daerah ini banyak memiliki potensi pariwisata
yang bisa ditawarkan pada wisatawan. Potensi itu, terdiri atas
gunung, rimba, laut, pantai dan sungai.

Sudah barang tentu, potensi wisata tersebut mempunyai daya tarik
untuk dikunjungi wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun
mancanegara (wisman). Selama tahun 2001 lalu, arus kunjungan
wisatawan ke daerah ini mencapai 1. 927.471 orang. Itu, terdiri atas
wisatawan nusantara sebanyak 1. 918.216 orang dan wisatawan
mancanegara tercatat 9.255 orang.

“Jadi, tidak benar kalau dalam masa krisis ekonomi ini
kepariwisataan di Kabupaten Sukabumi mengalami keterpurukan,” kata
Kepala Sub Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Drs Acep Barnasah MM
ketika ditemui Suara Karya di ruang kerjanya, Senin (29/4).

Karena adanya kunjungan wisatawan tersebut, menurut Acep, praktis
penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukabumi dari
sektor pariwisata memberikan konstribusi yang cukup berarti. Dalam
tahun anggaran 2001, konstribusi sektor pariwisata pada penerimaan
PAD tersebut mencapai Rp 910.906.569 dan pada PDRB sebesar Rp 19
milyar. Itu, diperoleh dari sektor pajak hotel dan restroran,
retribusi masuk obyek wisata dan sumbangan fihak ketiga.

Saat ini, dijelaskannya, di Kabupaten Sukabumi terdapat 7 hotel
berbintang, 90 hotel melati dan 80 restoran. Sedangkan, tingkat
hunian pada hari – hari biasa tercatat 30 – 40 persen, dan hari –
hari libur mencapai 80 – 100 persen.

Selama ini, obyek wisata yang menjadi primadona wisatawan yang
berkunjung ke Kabupaten Sukabumi memang baru sebatas arung jeram,
surfing dan diving. Tapi demikian, kata Acep, bukan berarti obyek
wisata lainnya tidak banyak dikunjungi wisatawan.

Di Kabupaten Sukabumi, imbuhnya, ada 4 kawasan wisata di antara
Pelabuhan Ratu, Cicurug, Ujung Genteng dan Selabintana. Ke – 4
kawasan wisata tersebut mempunyai obyek dan atraksi yang
keseluruhannya mencapai 28 obyek dan daya tarik wisata. Dari 4
kawasan ini yang telah mengalami perkembangan yang cukup pesat adalah
Pelabuhan Ratu. Di sini, obyek dan daya tarik wisatanya telah tertata
dan didukung dengan fasilitas – fasilitas wisata yang memadai
termasuk fasilitas akomodasi.

Kawasan wisata Pelabuhan Ratu ditunjang dengan obyek wisata
Pantai Citepus, Karang Hawu, Cimaja, Cibangban, Sungai Citarik (arung
jeram), Goa Lalay, obyek wisata Sirnarasa, tambang emas rakyat
Cigaru, air panas Cisolok, Karang Hantu (diving), Muara Cimandiri,
obyek wisata budaya Sirnaresmi, jembatan Bagbagan, dan perkebunan
Bojong Asih.

Perbaikan Infrastruktur

Sedangkan, di kawasan wisata Ujung Genteng terdapat pantasi Ujung
Genteng, Pangumbahan (penangkaran penyu), Muara Cikarang, pantai Mina
Jaya dan sungai Muara Cikaso. Selama ini, obyek wisata tersebut belum
tertata dengan baik dan belum ditunjang dengan fasilitas – fasilitas
yang memadai dan akomodasi masih terbatas termasuk infrastruktur
seperti jaringan air bersih, listrik dan telekomunikasi. Belum lagi,
kondisi jalan menuju kesana masih rusak parah. Akibatnya, kawasan
wisata tersebut jarang dikunjungi wisatawan baik nusantara apa lagi
manca negara.

Tapi demikian, Acep merasa optimis, dalam waktu dekat ini kawasan
wisata tersebut bakal berkembang dan banyak dikunjungi wisatawan.
Itu, karena dalam tahun anggaran 2002 ini Pemerintah Provinsi Jawa
Barat akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 30 – 37 milyar. Anggaran
sebesar ini, diantaranya dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur
kawasan wisata Ujung Genteng terutama perbaikan jalan.

Praktis, jika ruas jalan sudah diperbaiki perjalanan ke kawasan
wisata Ujung Genteng dari Kota Sukabumi bisa ditempuh dengan waktu 4
– 5 jam. Begitu pula, perjalan ke kawasan wisata Pelabuhan Ratu dapat
dicapai hanya dengan waktu 1,5 jam. Itu, karena ruas jalan ke kawasan
wisata tersebut juga akan mendapat perbaikan termasuk jalur jalan
Cibadak – Cikidang – Pelabuhan Ratu.

Kecuali pada 2 kawasan wisata tersebut, Acep juga merasa yakin, 2
kawasan wisata lainnya juga akan mengalami perkembangan seperti
Selabintana dan Cicurug. Ke- 2 kawasan ini juga mendapat perhatian
serius Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Sebab, keduanya memiliki
prospek untuk berkembang menjadi kawasan wisata yang bakal banyak
diminati wisatawan.

Potensi wisata yang berada di kawasan wisata Selabintana,
dijelaskannya, selain taman rekreasi Selabintana dan Pangrango, juga
terdapat Bumi Perkemahan Pondok Halimun, Taman Nasional Gede
Pangrango, Curug Cibeureum, Hutan Wisata Situ Gunung, Curug Sawer,
Bumi Perkemahan Cinumpang, Gua Buni Ayu, Pengrajin batu aji, pandai
besi, perkebunan Goal Para, Situ Batu Laut, dan Curug Pareang.

Sedangkan, di kawasan wisata Cicurug terdata ada potensi obyek
dan daya tarik wisata seperti Java Spa, taman rekreasi Cimelati,
taman angsa, hutan wisata Gunung Arca, taman nasional Gunung Halimun,
obyek wisata sejarah perjuangan Bojong Kokosan, wahana wisata
Cangkuang dan Situ Sukarame.

Wisata Terpadu

Untuk menata potensi pariwisata tersebut, menurut Acep, tentunya
ia telah memiliki program yakni melaksanakan 7 program pembangunan
kawasan wisata terpadu yang lebih dikenal dengan “Sapta Pembangunan
Kawasan Pariwisata Terpadu.” Itu, di antaranya membina dan
mengembangkan obyek dan daya tarik wisata, meningkatkan sumber daya
manusia, sadar wisata dibudayakan berdasarkan Sapta Pesona,
meningkatkan peran swasta dan memanfaatkan iklim usaha, meningkatkan
dan memperluas aksesibilitas, menggencarkan pemasaran dan promosi
serta memantapkan kelembagaan dan pengaturan serta meningkatkan kerja
sama lintas sektoral.

Program tersebut, tambahnya, ditunjang dengan upaya Bupati
Sukabumi, Drs Maman Sulaeman, yang terus melakukan pendekatan dengan
sejumlah investor agar bersedia membangun jalan tol Sukabumi –
Pelabuhan Ratu. Upaya ini, tentunya sebagai wujud keseriusan untuk
mewujudkan visi “Pada Tahun 2005 Pariwisata Kabupaten Sukabumi
Merupakan Sektor Unggulan Di Jawa Barat”.

“Saya optimis, visi tersebut akan terwujud. Apa lagi, jika
rencana pembangunan jalan tol Ciawi – Sukabumi – Cianjur terealisasi
dalam waktu dekat ini. Maka itu, kami sangat mendorong rencana
tersebut supaya bisa segera terwujud,” ucap Acep. (Heddi Suhaedi)


Responses

  1. Thank atas infonya…

  2. Semoga bermanfaat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: